Building
model
Model
itu akan berfungsi ketika bentuknya sederhana. Pada umumnya objek model menampilkan struktur
elemen dalam sistem seperti mesin, orang, pekerjaan & area kerja. Pembuatan
model adalah proses mensimulasikan model yang sudah dibuat konsepnya.
Software yang saya ketahui untuk
membuat model adalah Pro-model. Pada promodel terdapat beberapa klasifikasi, di
antaranya
1.
Entitas
2.
Lokasi
3.
Tenaga kerja
4.
Jalur
4 komponen di atas merupakan hal
yang mendasar dalam membangun sebuah model
Studi
kasus
Pada
pabrik pembuatan netbook, memiliki
sebuah pabrikan khusus perakitan yang berfungsi untuk merakit semua
komponen-komponen dari Netbook tersebut yang telah diproduk secara
terpisah yang nantinya dirakit menjadi sebuah Netbook. Secara keseluruhan
komponen tersebut dari Netbook tersebut terdiri dari beberapa komponen
yaitu komponen utama, Light Emiting Dioda (LCD), serta casing.
Paket
komponen utama tersebut
datang dari kedatangan paket komponen utama satu per satu. Kemudian paket
komponen utama tersebut menuju ke lokasi pemisahan diantar oleh mover
paket komponen utama. Di lokasi pemisahan, paket komponen utama dipisahkan menjadi
3 komponen utama. Pemisahan
paket tersebut dilakukan oleh seorang operator yakni operator pemisahan
paket. Kemudian, komponen utama menuju ke mesin perakitan speaker yang berjumlah 2 unit mesin yang
diantar oleh mover komponen utama.
Pada mesin perakitan speaker, komponen utama akan diassembly dengan
speaker oleh operator perakitan speaker. Speaker datang
pada kedatangan speaker diantar oleh mover speaker menuju
mesin perakitan speaker. Lalu kemudian speaker tersebut akan
dirakit dengan komponen utama pada mesin perakitan speaker. Keluaran
dari proses perakitan tersebut adalah Netbook setengah jadi yang
akan diantar oleh mover netbook
setengah jadi menuju mesin perakitan casing.
Pada
saat bersamaan casing dan LCD datang pada masing-masing
lokasi kedatangannya. Selanjutnya LCD
menuju mesin perakitan dengan melewati antrian LCD. Casing terdiri dari 3 warna
yaitu hitam, coklat, dan merah dengan presentase produksi secara Kemudian casing tersebut menuju mesin
perakitan casing melalui antrian casing. Pada mesin perakitan LCD
dan casing akan dirakit dengan Netbook setengah jadi oleh operator
perakitan casing menjadi Netbook Jadi yang terdiri
dari 3 warna.
Netbook Jadi berpindah
dengan menggunakan antrian Netbook jadi sesuai dengan warnanya
masing-masing (ada 3 antrian netbook sesuai dengan warnanya) menuju lokasi
pengepakan. Netbook Jadi tersebut nantinya pada lokasi pengepakan
akan digabungkan sebanyak 12 buah secara acak untuk dijadikan paket Netbook
Jadi. Dari tempat pengepakan, Paket Netbook Jadi tersebut menuju
distribution center dengan menggunakan kendaraan pick up.
Yang termasuk entitas pada contoh kasus di atas adalah
1.
Paket komponen utama
2.
Komponen utama
3.
Speaker
4.
Netbook setengah jadi
5.
Casing
6.
LCD
7.
Netbook Jadi
8. Paket Netbook Jadi
Yang termasuk lokasi pada contoh kasus di atas adalah
1.
Kedatangan paket komponen utama 7.
Mesin perakitan casing
2.
Pemisahan paket komponen utama 8.
Kedatangan LCD
3.
Kedatangan speaker 9. Antrian
LCD
4.
Mesin perakitan speaker 10.
Antrian netbook hitam, coklat dan merah
5.
Kedatangan casing 11. Mesin
pengepakan
6. Antrian
casing 12.
Distribution Center
Yang termasuk resource
pada contoh kasus di atas adalah
1.
mover paket komponen utama 5. mover speaker
2. operator pemisahan paket 6. Mover netbook setengah jadi
3. mover komponen
utama 7.
Operator mesin casing
4. Operator perakitan speaker
Jalur yang akan dilalui adalah
1.
Kedatangan paket komponen utama ke pemisahan paket komponen utama
2.
Pemisahan paket komponen utama ke kedatangan speaker
3.
Kedatangan speaker ke mesin perakitan speaker
4.
Mesin Perakitan speaker ke mesin
perakitan casing
5.
Kedatangan casing melalui antrian casing ke mesin perakitan casing
6. Kedatangan LCD melalui
antrian LCD ke mesin perakitan casing
8. Dari mesin perakitan
melalui antrian netbook hitam, merah dan coklat ke mesin pengepakan
9. mesin pengepakan ke Distribution Center
Simulation
Output Analysis
Analisis
output dilakukan setelah model seslesai dibangun. Tujuan darianalisis output adalah
menjawab pertanyaan yang diajukan di awal pembentukan model dengan benar untuk dilakukannya
Continuous Improvement dalam sistem. Selain itu juga dapat digunakan
untuk mengukur validitas dari model.
Contoh kasus
Pada pabrik pembuatan netbook, memiliki sebuah pabrikan khusus
perakitan yang berfungsi untuk merakit semua komponen-komponen dari Netbook tersebut
yang telah diproduk secara terpisah yang nantinya dirakit menjadi sebuah Netbook.
Secara keseluruhan komponen tersebut dari Netbook tersebut terdiri dari
beberapa komponen yaitu komponen utama, Light Emiting Dioda (LCD),
serta casing
Proses perakitan Netbook dimulai
ketika komponen utama tiba di lokasi kedatangan komponen utama dengan
waktu kedatangan N (3.3, 0.302) menit, kemudian bergerak ke mesin
perakitan dengan dibawa oleh mover komponen utama.
Pada saat yang bersamaan, entitas speaker
tiba di lokasi kedatangan speaker dengan waktu kedatangan
N (3.97, 0.17) menit dan langsung menuju ke mesin perakitan speaker
dengan dibawa oleh mover speaker. Kedua entitas tersebut
di-join di dalam mesin perakitan speaker selama N(6,
0.11) menit oleh seorang operator mesin perakitan speaker dan
proses join ini menghasilkan entitas Netbook setengah jadi,
Netbook setengah jadi ini selanjutnya menuju ke mesin perakitan casing
dengan melewati antrian Netbook setengah jadi.
Pada saat yang sama LCD tiba
di lokasi kedatangan LCD dengan waktu kedatangan U(2.9, 3.1)
menit berpindah menuju mesin perakitan casing dengan dibawa
oleh mover LCD, pada saat yang bersamaan pula casing tiba
di lokasi kedatangan casing dengan waktu kedatangan N (4.02,
0.054) menit dan langsung menuju ke mesin perakitan casing melalui
antrian casing. Casing memiliki 3 jenis warna yaitu putih,
abu-abu dan merah, dengan masing masing probabilitas 0.25, 0.35, dan 0.4.
Pada mesin perakitan casing
Netbook setengah jadi di-join dengan LCD dan Casing
selama N (7.8, 0.02) menit oleh seorang operator mesin perakitan casing
menghasilkan entitas Netbook putih, Netbook Abu-Abu, dan
Netbook merah. Ketiga entitas tersebut kemudian menuju ke Pengepakan
melalui antrian sesuai dengan warnanya, yaitu antrian Netbook Putih,
antrian Netbook Abu-Abu, dan antrian Netbook Merah.
Di lokasi
pengepakan masing-masing Netbook di-join
dengan kardus menjadi paket Netbook
oleh operator pengepakan selama N(3.678, 0.05) menit. Untuk entitas kardusnya
tiba di lokasi kedatangan kardus dengan waktu kedatangan N(5.21, 0.02)menit,
kardus menuju lokasi pengepakan melalui antrian kardus.
Di lokasi
pengepakan tersebut, paket Netbook
dikumpulkan hingga manjadi sejumlah 10 paket yang selanjutnya dikirimkan ke Distribution Centre oleh pick up.
Ketika entitas
bergerak keluar dari Distribution Centre, perusahaan melakukan perhitungan
total produksi, total biaya, biaya per unit, pendapatan (income) dan keuntungan (net
income).
Berikut adalah
rincian biaya untuk melakukan proses produksi Netbook.
Biaya Lokasi Netbook
1. Mesin
Perakitan Speaker = Rp.
350.000,-/hari
2. Mesin
Perakitan Casing = Rp. 400.000,-/hari
3. Pengepakan = Rp.
300.000,-/hari
Biaya Entitas
Netbook
1. Komponen Utama
= Rp. 1.200.000,-
2. Speaker = Rp. 150.000,-
3. LCD = Rp.
1.000.000,-
4. Casing = Rp. 250.000,-
5. Kardus = Rp.
5000,-
Biaya Tenaga Kerja Netbook
1. Mover komponen utama = Rp. 15.000,-/jam
2. Mover speaker = Rp. 15.000,-/jam
3 .Operator mesin
perakitan speaker = Rp. 25.000,-/jam
4. Mover LCD = Rp. 15.000,-/jam
5. Operator mesin
perakitan casing = Rp. 28.000,-/jam
6. Operator
pengepakan = Rp. 20.000,-/jam
7. Pick up = Rp. 150.000,-/use
Harga Satuan Netbook : Rp. 4.000.000,00
periodic system shutdown
Jam kerja pabrik
berlangsung selama 9 jam, dimulai dari jam 08.00 hingga 17.00 selama 5 hari
kerja (senin-jumat). Jam istirahat selama satu jam, yaitu antara jam 12.00 –
13.00.
Selama waktu
istirahat dan non-kerja tersebut semua jenis kedatangan barang akan dimasukkan
ke dalam gudang (warehouse) yang
memiliki kapasitas 5000 unit, karena semua operator dan mesin-mesin berhenti
bekerja maka perpindahan entitas dari masing-masing kedatangan menuju warehouse diprioritaskan sebagai berikut :
Kedatangan_Paket
komponen utama = 1; Kedatangan_Speaker
= 4; Kedatangan_LCD = 7; Kedatangan_Casing
= 10; Kedatangan_kardus =10
periodic maintenance, unexpected location
breakdown
Mesin perakitan casing sering terjadi kerusakan yang
memiliki memiliki waktu kerusakan (MTTF) yang berdistribusi E(2000) menit,
sehingga dibutuhkan waktu perbaikan (MTTR) dengan distribusi waktu E(200)
menit. Dalam upaya mencegah kerusakan yang sering terjadi, pabrik melakukan
perawatan berkala yang dilakukan setiap 5 jam, dengan waktu operasi perawatan
selama N(20,5) menit.
Pada Pro-model, untuk menganalisis
output dari studi kasus di atas, dapat dilihat dari view statistic yang
nantinya akan keluar laporan berapa output yang sudah dibuat, total harga
produksi, total gaji karyawan, dan berapa lama waktu prosesnya.
Dari studi kasus di atas dapat kita coba dengan trial and error. Pada Pro Model, trial and error, misalnya dengan mengganti-ganti jumlah mesin pada location pada bagian unit.Nanti dapat dibandingkan dengan melihat dari view statistic.

17.
akan menghasilkan total exit paket
netbook = 162
Comparing system
Comparing system merupakan proses
membandingkan dua atau lebih rancangan alternatif dari sebuah sistem. Jadi
tujuan dari comparing system yaitu untuk mengetahui suatu alternatif sistem
memiliki kinerja lebih baik dibanding sistem yang lain. Hasil comparing system
adalah satu alternatif sistem yang memiliki kinerja paling baik. Dari studi kasus di atas dapat kita coba dengan trial and error. Pada Pro Model, trial and error, misalnya dengan mengganti-ganti jumlah mesin pada location pada bagian unit.Nanti dapat dibandingkan dengan melihat dari view statistic.

Simulation
Optimization
Pada langkah ini akan
dilakukan optimalisasi terhadap sistem. Optimalisasi yaitu proses
mencoba berbagai alternatif sampai akhirnya kita akan menemukan solusi terbaik dari
model simulasi yang akan kita implementasikan di dalam sistem nyata.
Dengan menggunakan contoh kasus
sebelumnya, kita mengoptimalisasikan model dengan simrunner. Simrunner merupakan
bagian dari pro model. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut
3. Pada kotak Response CategorypilihEntity
4. Pada kotak Response
Statisticpilihcasing-Avg Time Blocked dan paket_netbook-Total
Exits
5. Klik iconuntuk
memasukkanfungsi tujuan ke kotak Response statistic selected for objective function
6.
Tentukan
apakah variabel tersebut akan dimaksimasi atau diminimasi dengan mengupdate objective
for response statistic
7.
Selanjutnya pilih menu Define inputs. Pada kotak Macros Available for
Input, akan tersedia macros yang telah dibuat. Masukkan macros baru
yaitu rataan waktu proses casing dan stdev waktu proses casing ke
kotak Macros Selected as Input Factors

8.
Pastikan semua Data Type berbentuk Real. Apabila ada data yang
tidak berbentuk real maka ubah dengan mengklik Data Type Real.
Lalu klik tombol
9.
Pilih
menu Optimize Model pada SimRunner
10. Pilih sub menu Set options
11.
Masukkan jumlah jam kerja pada kotak Run time jika simulasi tidak
berbentuk Weekly Time (dapat dilihat dari menu simulation option pada
Run Length)
1.
Analisis hasil optimalisasi dengan memilih hasil yang paling optimum sesuai
dengan variabel yang diinginkan. Misal diiinginkan untuk memilih hasil yang
optimal pada paket_netbook Total Exit. Maka kita memilih mean dan
standar deviasi proses mesin casing yang menunjukkan hasil pctab-Total
exit yang paling besar.
![]() |
13. Dari hasil SimRunner tersebut
didapatkan bahwa standar deviasi dan mean waktu proses mesin casing yang
optimal adalah 2.000 dan 6.000 dengan total exits paling besar yaitu
162.
14.
Lalu ubahlah waktu proses mesin casing sesuai dengan hasil SimRunner.

15. Pilih menu simulationscenario
16. Pilih
scenario 1, lalu klik add
17.
18.
Setelah skenario selesai diinputkan,
jalankan simulasi dengan memilih Run Scenario
19. Setelah
dijalankan, pilih All Scenario untuk menampilkan keluaran semua scenario
dan pilih
Average pada Replication (jika
Replication lebih dari satu)
20.
Bisa dilihat hasil report scenario satu
dengan menggunakan mean = 6 dan standar deviasi = 2
akan menghasilkan total exit paket
netbook = 162
http://adeliaratna.ngeblog.ittelkom.ac.id
http://ratrimaher.ngeblog.ittelkom.ac.id
http://suryaprakosa.ngeblog.ittelkom.ac.id
http://adityopratam.ngeblog.ittelkom.ac.id
modul simulasi komputer lab simbi it telkom
simulation using promodel 2nd edition


